Komunikasi Linear dan Komunikasi Interaksional
KEMENTERIAN
KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
POLITEKNIK
KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG
SELATAN
ESSAY KOMUNIKASI, KOMUNIKASI LINEAR,
DAN KOMUNIKASI INTERAKSIONAL
Dosen
Pengampu :
Eman Sulaeman
Oleh :
Athaya
Paramita Rizara
03 / 2301160071
Kelas 5-06 Program Diploma III Pajak Tahun 2016
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Bisnis
Tahun 2018
Secara umum, komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi/pesan dari satu pihak kepada
pihak lain. Terdapat beberapa pengertian dari komunikasi, antara lain:
-
Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi,
berita, atau pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sehingga maksud
atau pesan tersebut dapat dipahami.
-
Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi
saat sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan tujuan untuk memengaruhi
perilaku mereka.
-
Everett M.
Rogers
Komunikasi adalah
proses pengalihan ide dari satu sumber kepada penerima dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka.
-
Harold Lasswell
Komunikasi adalah pesan
yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui media
tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak
kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.
Berdasarkan
pengertian-pengertian tersebut, komunikasi memiliki komponen-komponen antara
lain komunikator, komunikan, pesan, media, dan feedback. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal yaitu secara
lisan maupun nonverbal seperti ekspresi wajah dan gestur. Komunikasi memiliki berbagai
macam model antara lain model komunikasi linear dan model komunikasi
interaksional.
B.
Komunikasi
Linear
Model komunikasi linear yang dikemukakan oleh Claude
Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication adalah model komunikasi yang
sangat sederhana dan berlangsung secara satu arah. Yang menjadi ciri khas dari
model komunikasi ini yaitu komunikator memberikan pesan kepada komunikan secara
langsung maupun tidak langsung namun tidak terdapat umpan balik atau feedback dari komunikan. Meskipun
begitu, komunikasi ini tetap bertujuan untuk mempengaruhi perilaku komunikan.
Dalam model komunikasi ini, seseorang hanya dapat menjadi komunikator atau
komunikan saja.
Contoh dari model komunikasi ini adalah pemberitahuan
mengenai sistem e-Reg Direktorat Jenderal Pajak sedang dalam perbaikan dan
dapat kembali diakses pada 30 September 2018. Pemberitahuan ini disampaikan
oleh Ditjen Pajak melalui papan pengumuman di berbagai KPP Pratama. Pemberitahuan
ini ditujukan kepada siapapun yang melihat pemberitahuan tersebut terutama yang
akan menggunakan sistem e-Reg. Komunikan, yang melihat pemberitahuan tersebut,
diharapkan menjadi mengerti bahwa sistem e-Reg sedang diperbaiki dan dapat
diakses kembali mulai tanggal 30 September 2018. Dalam komunikasi ini, tidak
terdapat feedback dari komunikan
namun tetap terdapat dampak/efek dari pesan yang disampaikan.
C.
Komunikasi
Interaksional
Berlawanan dengan model komunikasi linear, model
komunikasi interaksional adalah komunikasi dua arah. Model ini dikembangkan
oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954. Komunikasi ini berlangsung dua arah yang
berarti ada pesan dari pengirim kepada penerima dan dari penerima kepada
pengirim. Dalam komunikasi ini, feedback atau umpan balik merupakan komponen yang sangat penting.
Selain itu, seseorang dapat menjadi komunikator maupun komunikan. Model
komunikasi ini adalah komunikasi yang paling sering terjadi. Komunikasi ini
terkait dengan interaksi sosial yang terjadi di masyarakat karena seseorang
melakukan interaksi sosial dengan cara berkomunikasi dengan seseorang lainnya.
Contoh dari model komunikasi ini adalah ketika sesi tanya jawab di sebuah penyuluhan mengenai perpajakan untuk UMKM terdapat seorang peserta penyuluhan atau wajib pajak yang memberikan pertanyaan kepada penyuluh. Setelah itu, penyuluh menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peserta tersebut. Pada saat peserta penyuluhan memberikan pertanyaan, peserta menjadi seorang komunikator yang memberikan pesan kepada penyuluh sebagai komunikan. Sedangkan ketika penyuluh menjawab pertanyaan dari peserta tersebut, penyuluh berganti menjadi komunikator dan peserta menjadi komunikan.

Comments
Post a Comment